4 Cara Penghitungan Kalender Kehamilan

Benarkah Kalender Masa Kehamilan Selalu Akurat? (Kwangmoozaa/Shutterstock)

Sebagai pasangan suami istri, sudah sewajarnya jika keduanya menginginkan momongan. Maka kemudian ada masa yangmana disebut masa kehamilan. Di sini, sang calon ibu harus menjaga janin dalam kandungan selalu sehat. Selain itu, ibu dan ayah mesti tahu kapan calon bayi lahir. Untuk mengetahuinya, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk penghitungan kalender kehamilan. Adapun itu adalah di antara sebagai berikut.

1. Rumus Naegele

Rumus Naegele adalah rumus yang umum dan mudah dilakukan untuk mengetahui kapan kelahiran terjadi. Rumus ini tidak hanya bisa dilakukan untuk memprediksi kelahiran, tetapi juga untuk mengetahui berbagai informasi mengenai kesehatan dan perkembangan janin.

Metode kalender kehamilan ini mengharuskan anda mengacu pada hari pertama dari haid terakhir Anda. Hal ini disebut juga sebagai HPHT. Ini adalah metode di mana Anda bisa menentukan usia kehamilan dan memperkirakan kelahiran bayi / HPL. Dan cara ini mengharuskan anda ingat siklus haid sebelumnya. Biasanya rumus ini digunakan pada wanita yang mengalami haid teratur 28 atau 30 hari. Adapun rumus dan cara penghitungannya adalah menggunakan tanggal, bulan dan tahun HPHT.

2. Rumus Naegele 1

Rumus dari kalender kehamilan (Naegele) yang pertama adalah (tanggal HPHT + 7), (bulan di saat haid terakhir – 3) dan (tahun di saat haid terakhir +1). Lalu contoh penghitungan kalender kehamilan yang bisa dibuat, misalnya saja Anda terakhir kali mengalami menstruasi pada 7 September 2020. Maka, perhitungannya menjadi:

Tanggal (7 + 7) = 14

Bulan (9 – 3) = 6

Tahun (2020 + 1) = 2021

Kemudian hasilnya adalah 14 Juni 2021 sebagai hasil HPL.

3. Rumus Naegele 2

Dari perhitungan yang disebutkan sebelumnya, maka kita bisa mendapatkan hasil HPL adalah 14 Juni 2021. Nah, tanggal 14 bisa anda jadikan sebagai patokan usia kehamilan. Kemudian bagaimana jika bulan HPHT Anda kurang dari 3 atau tidak bisa dikurangi? Begini solusinya! Anda bisa menggunakan rumus (tanggal HPHT + 7), (bulan di saat haid terakhir + 9) dan (tahun di saat haid terakhir tetap)

Adapun contoh penghitungannya adalah semisal HPHT 1 Februari 2020, maka:

Tanggal HPHT 1+7=8

Bulan HPHT 2+9=11

Tahun HPHT 2020

Maka penghitungan ini akan menghasilkan hari perkiraan bayi lahir adalah 8 November 2020. Dengan cara kalender kehamilan ini, anda bisa mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan bayi dengan mudah.

4. Kalkulator kehamilan online

Selain menggunakan cara yang pertama, anda juga bisa menggunakan cara kedua ini. Bahkan bisa dibilang ini adalah cara penghitungan kalender kehamilan yang sangat praktis dan mudah. Cara ini tentunya sangat bermanfaat bagi pasangan suami-istri muda yang belum pernah mempelajari kalender kehamilan manual. Dengan semakin modern teknologi, anda sudah sangat dimudahkan.

Anda bisa memanfaatkan kalkulator kehamilan secara online melalui website atau aplikasi kesehatan kehamilan. Salah satu website kesehatan di Indonesia yang menyediakan alat cek kehamilan adalah klikdokter.com. Dalam menggunakan kalkulator kehamilan online ini, anda hanya perlu memasukkan hari atau tanggal, bulan, dan kemudian tahun hari pertama anda mengalami haid terakhir (HPHT), serta siklus haid. Setelah anda mengisi semua isian yang diperlukan, maka secara otomatis kalkulator akan menghitung dan memberitahukan usia kehamilan anda. Kalkulator kehamilan online tidak hanya memberikan hasil perhitungan saja, tetapi juga memberikan tips kepada ibu dan ayah pada saat proses kehamilan hingga kelahiran bayi.

Anda mau coba cara yang mana? Coba semuanya juga tidak masalah. Silakan coba 4 kalender kehamilan tersebut di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu
Social profiles