4 Macam Puasa Sunnah Yang Bisa Diajarkan Pada Anak

Jadwal dan Doa Berbuka Puasa Hari ke-20 Ramadan, Minggu 2 Mei 2021

Menunaikan ibadah puasa adalah bagian dari rukun Islam yang ketiga. Sehingga hukumnya wajib dilaksanakan. Puasa adalah ibadah yang memiliki keistimewaan. Diantara hikmah berpuasa seperti melatih kesabaran dan menumbuhkan rasa empati terhadap orang orang yang kelaparan. Selain itu juga, berpuasa baik untuk kesehatan tubuh.

Sebagai orang tua, penting bagi Ayah dan Bunda untuk mengajarkan anak berpuasa. Dalam Islam, nilai pendidikan puasa itu sangat besar, sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Baqarah ayat 183 :

“Hai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. “ (QS. Al-Baqarah (2) : 183).

Ayah dan Bunda bisa mengajak anak anak untuk melaksanakan puasa secara bertahap, misalnya puasa setengah hari. Setelah itu pelan-pelan melaksanakan puasa secara penuh. Puasa adalah ibadah yang dianjurkan untuk dilakukan. Selain puasa wajib, terdapat beberapa puasa sunnah yang juga memiliki banyak keutamaan.

Berikut 4 macam macam puasa sunnah yang bisa orang tua ajarkan pada anak :

  • Puasa Syawal

Setelah sebulan penuh menjalankan ibadah wajib puasa Ramadhan, umat Muslim dianjurkan melanjutkan ibadah dengan melakukan puasa syawal. Puasa sunnah ini bisa dilaksanakan setelah hari raya Fitrah pertama.

Cara pelaksanaan puasa Syawal ini bisa dilakukan terpisah pisah, tapi berurutan lebih afdal. Jadi, setelah menunaikan puasa wajib dibulan Ramadhan dan ditambah lagi dengan puasa enam hari bulan Syawal dianggap seperti telah berpuasa setahun penuh.

  • Puasa Senin Kamis

Puasa Senin Kamis adalah puasa sunnah yang sering ditunaikan oleh Rasulullah SAW. Sebagaimana yang diriwayatkan Aisyah RA, beliau berkata :

“Rasulullah SAW sangat antusias dan bersungguh sungguh dalam melakukan puasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR Tirmidzi, An Nasai, Ibnu Majah, dan Imam Ahmad).

  • Puasa Ayyamul Bidh

Puasa sunnah Ayyamul Bidh mengacu pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan hijriyah, jadi mungkin tidak sama setiap bulan dari kalender masehi. Jika mampu istiqomah menjalankan puasa sunnah ini, maka kelak dia akan menerima sepuluh kali lipat disetiap kebaikan atau seperti puasa satu tahun penuh.

Dari Abdullah ibn Amr ibn al-Aas RA, berkata, Nabi Muhammad SAW berkata kepadaku :

“Sungguh, cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang Kau lakukan. Karena itu, maka puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh.” (HR Bukhari-Muslim).

  • Puasa Muharram

Hari Asyura atau hari yang jatuh setiap tanggal 10 Muharram, bulan pertama dalam kalender Islam adalah hari yang penuh sejarah. Nabi Muhammad SAW biasanya berpuasa dihari itu dan menganjurkan umatnya untuk melakukan hal serupa. Tidak ada hari yang lebih baik untuk berpuasa setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram.

Puasa sunnah ini sangat dianjurkan. Hal ini bisa dilihat dari hadits riwayat Ibnu Abbas saat ditanyai tentang puasa dihari Asyura, kemudian dia berkata :

“Saya tidak mengetahui Rasulullah SAW bersungguh sungguh untuk berpuasa kecuali pada hari ini, yakni hari Asyura.” (HR. Muslim).

Ada banyak manfaat mengajarkan anak berpuasa seperti salah satunya mendidik anak menjadi lebih sabar dan menghargai waktu. Saat berpuasa, anak akan menahan haus dan lapar mulai dari imsak hingga berkumandang adzan maghrib. Kondisi tersebut dapat mendidik anak menjadi pribadi yang lebih sabar dan juga menghargai waktu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu
Social profiles