Apartemen Green Pramuka City Disewa WNA Berujung Masalah

Kasus penyewaan unit apartemen oleh broker ilegal terhadap WNA kini rupanya semakin marak. Seperti halnya dengan kasus yang baru-baru ini terjadi yaitu adanya imigran gelap yang didapatkan di apartemen Green Pramuka City. Sebanyak 14 imigran gelap yang didaptkan menyewa unit apartemen tersebut kini telah diamankan di Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat. Menurut dugaan rupanya penyewaan unit apartemen oleh para WNA ini terjadi karena adanya peran dari broker ilegal.

Diketahui lebih lanjut para imigran gelap ini berasal dari Afrika. Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian bernama Alvian Bayu Indra Yudha menyatakan bahwa para imigran tersebut rupanya telah melebihi waktu tinggal yang telah ditentukan di paspornya. Masa berlaku izin tinggal para WNA tersebut telah melebihi batas waktu yang diberikan. Singkatnya para imigran ini dinyatakan telah melanggar peraturan di Indonesia yang mengatur tentang ketentuan bagi WNA yang tinggal di Indonesia. Sehingga harus diberikan tindakan lebih lanjut termasuk sanksi administratif.

Keterangan Pengelola Apartemen

Head of Communication Green Pramuka City, Lucida Sinaga, bertempat di area apartemen Green Pramuka City menyatakan bahwa para imigran gelap tersebut berhasil ditangkap dan diamankan setelah tim intel dari Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat melakukan giat inteldakim di area lokasi apartemen Green Pramuka City. Penangkapan imigran gelap dilakukan pada sore hari tepatnya di hari Kamis (24/10/2019) sekitar pukul 17.50 WIB. Peristiwa ini dihadiri pula oleh tim pengawasan orang asing dan pejabat dari pemerintah kota Jakarta Pusat. Namun sebanyak 3 WNA dari keseluruh imigran tersebut dibebaskan karena telah memiliki paspor. Sedangkan 11 imigran lainnya kemudian digiring menuju ke kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat untuk melakukan pendataan. Untuk saat ini para imigran gelap yang telah berhasil ditangkap oleh pihak Kantor Imigrasi Kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat ini diamankan di Rumah Detensi Imigrasi selama beberapa waktu.

Di lain tempat rupanya Kevin Semuel Manus selaku Kepala Subseksi Intelijen Keimigrasian Jakarta Pusat menambahkan bahwa para WNA yang tidak memiliki paspor atau data secara lengkap tentu akan diamankan. Hal ini dinyatakannya di kantor Imigrasi kelas 1 non-TPI Jakarta Pusat tepatnya pada hari Kamis (24/10/2019). Sebenarnyakebanyakan WNA tersebut datang ke Indonesia dengan tujuan bekerja dan berwisata. Namun sayangnya kelengkapan syarat bagi WNA yang tinggal di Indonesia tidaklah dipenuhi sehingga mereka terpaksa harus diamankan.

Perketat Ijin Tinggal Apartemen Green Pramuka City

Menanggapi peristiwa ini tampaknya Lusida akan lebih memperketat aturan yang diberlakukan untuk para penghuni apartemen Green Pramuka City terutama untuk warga asing. WNA yang hendak menyewa unit kamar di apartemen setidaknya harus memiliki paspor dan kartu izin tinggal terbatas atau kitas. Lusida juga menambahkan bahwa peraturan untuk tamu asing sebenarnya sudah cukup jelas. WNA yang menyewa unit apartemen harus memiliki paspor dan kitas. WNA yang menyewa unit apartemen juga harus memiliki visa kerja dan visa turis. Memang kedatangan para WNA tersebut ke Indoneisa rata-rata untukbekerja dan berwisata. Hingga saat ini pihak imigrasi masih menyelidiki alasan apakah yang membuat mereka masih bertahan di Indonesia.

Lusida juga menambahkan bahwa dirinya akan semakin memperketat aturan kepada para penghuni apartemen Green Pramuka City sehingga penyewaan unit kamar kepada orang asing tidak akan dilakukan secara sembarangan lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu
Social profiles