Sikap Kementerian Kominfo dalam Menyikapi Peningkatan Penyalahgunaan

Kominfo Cabut Blokir Media Sosial, Mengapa Pemerintah Ngotot Melarang VPN?

Menanggapi maraknya penyalahgunaan layanan internet yang cenderung meningkat dalam beberapa pekan terakhir, Kementerian Komunikasi dan Informatika pada 10 Februari telah menggelar rapat koordinasi dengan mitra Kementerian Komunikasi dan Informasi yang bergerak di bidang administrasi multimedia, khususnya layanan internet.

Rapat dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Informatika Basuki Yusuf Iskandar dan secara teknis pembahasan dipimpin langsung oleh Dirjen Aplikasi Telematika Ashwin Sasongko. Rapat koordinasi ini sebenarnya untuk membahas kelanjutan bahkan peningkatan kampanye internet sehat dan aman sebagaimana yang telah cukup banyak difasilitasi Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam beberapa tahun terakhir.

Namun dalam perkembangannya situs video terlarang, dibahas pula berbagai hal terkait dengan permasalahan aktual mengenai beberapa kejadian penyalahgunaan layanan internet. Beberapa hal penting yang perlu diketahui oleh masyarakat luas adalah sebagai berikut:

  • Bagi Kementerian Komunikasi dan Informatika beserta mitranya, kemajuan teknologi informasi merupakan kondisi faktual yang perlu ditingkatkan untuk kepentingan masyarakat luas di berbagai bidang kehidupan. 
  • Tidak ada lagi kamus atau niat Kementerian Komunikasi dan Informatika dan mitranya untuk surut dalam perkembangan TIK meski ada gejala penyalahgunaan internet. Pada dasarnya perkembangan TIK dapat menjadi dua sisi yang berlawanan: bisa positif dan sebaliknya, dan semuanya tergantung pada tujuan penggunaan.
  • Untuk layanan internet yang sedang populer saat ini seperti Facebook misalnya, jejaring sosial pada dasarnya positif karena memiliki banyak keunggulan dibandingkan kekurangannya. Meski kemudian diketahui bahwa kejahatan ditemukan melalui Facebook, itu bukan karena Facebook, melainkan karena ada pihak yang memiliki motivasi negatif untuk menggunakannya.
  • Namun penggunaan Facebook tetap berdasarkan syarat-syarat yang harus ditaati. Hal ini perlu diinformasikan agar sebagian orang merasa panik dan melarang penggunaannya. Hal yang perlu dilakukan adalah berhati-hati agar tidak mempublikasikan data pribadi yang terlalu vulgar dan gratis, karena memungkinkan orang lain untuk menggunakan data tersebut secara bebas untuk tujuan negatif.

Bagaimana Sikap Kemenkominfo Menyikapi Semakin Banyak Penyalahgunaa?

Adanya tindakan negatif menggunakan layanan internet (seperti prostitusi, pornografi, perjudian, cyberbullying, pemerasan, dan kejahatan lainnya) bukan berarti hanya karena adanya layanan internet, sejumlah tindakan negatif tersebut berkembang pesat. Hal ini perlu ditekankan, karena sebelum adanya layanan internet ada hal-hal negatif.

Sebagaimana disebutkan di atas, ia berkembang di tengah-tengah masyarakat sesuai dengan kondisi sejarah peradaban, karena pada hakikatnya teknologi bersifat netral dan sangat bergantung pada peruntukannya. Hanya saja diakui kehadiran layanan internet cukup berkontribusi pada peningkatan aksi negatif tersebut dengan berbagai variasi yang ada.

Oleh karena itu yang perlu segera dilakukan Kementerian Komunikasi dan Informatika adalah meningkatkan sosialisasi UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE sebagai payung hukum untuk menghapus penyalahgunaan internet. Kementerian Komunikasi, misalnya aplikasi khusus orang dewasa memberikan apresiasi kepada sejumlah mitra kerja yang sebenarnya telah berupaya melakukan upaya self filtering, sebagai sistem yang dikembangkan oleh Awari dan digunakan secara gratis oleh pengguna internet di seluruh Indonesia yang membutuhkan konten pilihan. .

Sistem tersebut secara khusus mereduksi konten negatif yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, nilai agama, norma sosial, adat istiadat, dan moral serta dapat juga memblokir situs berbahaya seperti penipuan. Pola saringan sendiri ini juga telah dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi layanan internet, sehingga memungkinkan pengguna untuk memilih layanan yang diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Menu
Social profiles